Sejarah

Pada tahun 1974 di Tangerang belum terdapat Sekolah Menengah Kejuruan, yang pada saat itu bernama Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA), sehingga perwakilan P dan K DKI Jakarta perlu mengadakan kelas jauh (filial) dari SKKA II Pakubowono Jakarta, rencana tersebut disambut baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang diperkuat dengan pernyataan Bupati pada tanggal 10 Juli 1975 yang isisnya menyatakan bersedia menyediakan lahan untuk lokasi sekolah tersebut.

Sementara belum memiliki gedung maka proses belajar mengajar diselenggarakan di SKKP Negeri Tangerang. Adapun tenaga edukatif utntuk sementara dibantu oleh tenaga edukatif SKKP Negeri Tangerang dan beberapa tenaga edukatif dari SKKA II Jakarta, untuk itu SKKA II Jakarta merupakan sekolah induk. Sebagai tindak lanjut dari pernyataan Bupati Kepala Dati.II Tangerang, maka untuk mendapatkan lokasi yang resmi dikirimkanlah surat kepada Menteri Kehakiman pada tanggal 28 januari 1975 Nomor 112/PB.03/031-2/75 mengenai hak pakai tanah. Surat ini mendapat tanggapan positif dari meneri kehakiman melalui surat balasannya tertanggal 10 Juli 1975. Dengan demikian mulailah direncanakan pembangunan gedung SKKA Tangerang (Filial) SKKA.II Jakarta. Rencana pembangunan tersebut juga mendapatkan dukungan dari Kepala Subdit Pembangunan Kabupaten Tangerang yang saat ini dijabat oleh Bapak HMA.Tharudin BA, melalui nota dinasnya tanggal 29 Januari 1976. Nota dinas ini mendapat dukungan dari Bapak HE. Muchdi selaku Bupati Kepala Daerah Kabupaten Tangerang. Berkat usaha dari berbagai pihak, maka pada tanggal 30 November 1976 SKK.II (Filial) Jakarta telah mempunyai gedung sendiri dan dengan surat keputusan nomor : 16/RP/2B/78 dilakukan serah terima gedung tersebut kepada Kepala Sekolah SKK.II, yang pada saat itu dijabat oleh Ibu Noer Aini Amirudin sebagai salah satu yang memperjuangkan berdirinya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Tangerang.

Setelah status Filial berjalan selama 4 tahun, maka perlu di pikirkan untuk berdiri sendiri, sehingga tidak terikat lagi kepada SKK.II Pakubuwono Jakarta. Usaha kearah manunggal telah dilakukan oleh berbagai pihak, khususnya oleh kepala SKKA Tangerang yang pada saat itu dengan mengajukan permohonan kepada Bupati Kepala Daerah Kabupaten Tangerang. Berkaitan dengan hal tersebut, maka dukungan Bupati semakin kuat dengan dikeluarkannya surat permohonan Kepala KASUBDIT P2K3 P dan K Direktorat DKI Jakarta Nomor : 3502/Ks-241/78 agar memberikan perlengkapan yang di[perlukan dalam rangka menunjang proses belajar mengajar. Pada tanggal 9 Mei 1978 peninggalan SKKA (filial) Tangerang mendapat restu dari Bupati Kepala Daerah Kabupaten Tangerang yang pada saat itu dijabat oleh Bapak H. Moh. Syukur melalui suratnya nomor : 1318/Ks-241/78 agar memberikan perlengkapan yang diperlukan dalam rangka menunjang rencana penunggalan SKKA.II filial Jakarta. Sebagai tindak lanjut hal tersebut diatas, maka pada tanggal 4 Juli 1978 nomor :145/C42/1978 Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kejuruan, resmi mengeluarkan surat Keputusan mengenai penunggalan SKKA.II filial Tangerang. Seiring dengan bergulirnya waktu, maka pengembangan dari segi edukatif maupun non edukatif terus berkembang. Demikian pula perubahan nama dari SKKA (Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas) menjadi SMKK (Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga) dan sejak Kurikulum tahun 1994 berubah nama menjadi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Kelompok Pariwisata sekarang.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply